20.05.2011 11:12    Comments: 0    Categories: Body and Mind     

Jenis obat Aspirin barangkali diperlukan untuk mengurangi rasa sakit, tapi ketika diperuntukkan untuk mengurangi demam karena influenza, menggunakan obat sintetis untuk mengurangi demam bukanlah cara yang bijak. Menekan demam dapat meningkatkan replikasi virus dengan cepat, sehingga sistem kekebalan tubuh akan kewalahan melawannya. Hal ini dikenal sebagai badai sitokin, yang dapat mengakibatkan bencana.

 

Menurut mantan ilmuwan NASA dan juga peneliti, Marshall Smith, menjelaskan dalam artikelnya "Mitos Tamiflu" bahwa tubuh menyebabkan demam di atas 101 derajat yang menghentikan telomere pada virus akhir dari setiap replikasi virus yang memungkinkan (catatan: Telomere adalah kromosom untuk menjaga benang kromosom menempel secara acak).

 

Demam adalah respon sistem kekebalan selain mengirim T-Cells untuk melawan antibodi. T-Cell dapat membunuh bakteri patogen. Bakteri patogen dapat dibunuh oleh serangan T-Cell. Demam juga merupakan bagian dari proses pembersihan produk limbah beracun bakteri.

 

Virus bukanlah mikroorganisme hidup yang mencari makan di dalam organ tubuh seperti bakteri. Virus tidak memiliki inti sel yang membelah untuk membuat mikroba baru seperti bakteri. Thalamus Tubuh/ reaksi tiroid meningkatkan suhu perlahan dan menghentikan replikasi virus.

 

Marshall Smith menjelaskan proses replikasi virus. Ketika virus memasuki salah satu sel, virus lolos dari dalam lapisan protein permukaan yang dimilikinya dan membentang keluar ke dalam string yang panjang. DNA virus kemudian mengumpulkan jutaan asam amino yang mengambang di tubuh.

 

Virus bisa begitu cerdik dan mereplikasi begitu pesat. Tindakan antibodi T-Cell berhasil dengan invasi bakteri, membuktikan sia-sia terhadap virus. Ini adalah kenaikan suhu tubuh yang menghentikan replikasi virus dengan menghambat telomere untaian DNA dari menangkap asam amino bebas yang diperlukan untuk menirukannya.

 

Setiap usaha untuk mengurangi demam selama serangan virus influenza dapat mempercepat replikasi virus dengan cepat dan menghasilkan radang paru-paru atau bahkan lebih buruk lagi. “Maka jangan terlalu takut pada demam karena bisa jadi demam merupakan proses untuk menghentikan replikasi virus di tubuh,” pesan Marshall Smith. (naturalnews.com/bun)