Home
Profile
Women's Health
Sex Life
Body & Mind
Healthy Foods

RSUD. Dr. Soetomo

10.05.2011 14:39    Comments: 0    Categories: Event     

Rheumatoid Arthritis (RA) merupakan penyakit autoimun, yaitu suatu reaksi sistem imun terhadap jaringan tubuh sendiri karena terjadinya gangguan pada fungsi normal dari sistem imun yang menyebabkan sistem imun menyerang jaringan sehat.

 

Penderita RA tidak dapat bebas bergerak karena merasakan kaku dan nyeri di persendian dan pada umumnya tidak mampu melakukan kegiatan fisik sehingga menyebabkan penderitaan yang berkepanjangan dan menurunnya kualitas hidup.

 

RA dan penyakit penyertanya (komordibitas) bahkan dapat menyebabkan kematian dini karena pada kasus keparahan yang bersifat lanjut (berat) RA dapat menyerang organ-organ penting, seperti mata, paru-paru atau pembuluh darah.

 

Kepada media massa (10/5), Prof. DR. dr. Harry Isbagio, SpPD-KR, K-GER menjelaskan, bahwa terdapat lebih dari 100 jenis penyakit reumatik yang mempunyai gejala dan tanda yang mirip, sehingga masyarakat awam sulit membedakannya.

 

“Terdapat mitos yang salah di masyarakat yang menganggap semua penyakit reumatik disebabkan oleh asam urat. Padahal hanya 7% dari semua gangguan reumatik yang disebabkan oleh arthritis gout (nama penyakit yang disebabkan oleh asam urat). Prevalensi RA tidak terlalu tinggi, tetapi penyakit ini amat progresif. Apabila tidak diobati dengan benar, maka dalam waktu singkat, yakni sekitar 2 tahun, akan terjadi sendi cacat permanen,” ujar dr. Harry.

 

Sampai saat ini penyakit RA tidak diketahui, namun demikian terdapat beberapa faktor yang diduga dapat memicu terjadinya RA, antara lain infeksi kuman dan faktor genetik.

 

Diagnosis RA ditegakkan dari gejala penyakit dan didukung oleh pemerikaan laboratorium dan radiologis. Umumnya pasien mengeluh nyeri dan kaku sendi pada pagi hari yang berlangsung selama 60 menit. Nyeri dan kekakuan sendi ini berlangsung hampir setiap hari dan seringkali pula disertai kemerahan pada sendi yang nyeri tersebut.

 

Sendi yang terkena pun cukup khas, karena seringkali menyerang sendi-sendi kecil seperti sendi pada tangan dan pergelangan tangan dan umumnya terjadi secara simetris, yaitu menyerang bagian kanan dan kiri tubuh. Pemeriksaan aboratorium menunjukkan adanya kelainan pada parameter-parameter yang menunjukkan peradangan seperti terjadinya peningkatan laju endap darah dan peninggian kadar creative ptotein (CRP). Pada tahap dini, pemeriksaan radiologis belum menunjukkan kelainan yang berarti.

 

Tata laksana pengobatan RA secara dini dapat memperbaiki fungsi, menghentikan kerusakan pada sendi dan mencegah ketidakmampuan untuk bekerja. Salah satu terobosan pengobatan yang dilakukan adalah dengan menggunakan biologic agent.

 

Mengingat penyakit RA merupakan penyakit autoimun yang berlangsung lama, seyogyanya pengobatan dengan obat biologis harus dilakukan dalam jangka waktu yang cukup lama pula. Jadi sangat tidak tepat jika obat biologis digunakan secara singkat. (bun)

 

Place Your Ads