RSUD. Dr. Soetomo

21.01.2011 18:25    Comments: 0    Categories: Report     

Para peneliti di Universitas Dusiburg-Essen, Jerman mengungkap, orang yang tinggal di perkotaan dengan partikel polusi udara yang tinggi cenderung memiliki hipertensi dibandingkan mereka yang tinggal di wilayah dengan tingkat pencemaran rendah. Data dari Heinz Nixdorf dengan populasi cohort menyatakan hampir 5000 orang terkonsentrasi pada penyakit jantung. Para peneliti juga menganalisa efek paparan populasi udara pada tekanan darah antara tahun 2000 dan 2003. Studi sebelumnya juga telah menunjukkan terjadi peningkatan akut pada partikulat polusi udara yang dapat meningkatkan tekanan darah.

 

Sebagai alat untuk memperkirakan paparan jangka panjang partikulat polusi, para peneliti menggunakan model transportasi dispersi dan kimia. Sementara untuk pengukuran tekanan darah, mereka menggunakan perangkat oscillometric otomatis yang mendeteksi gerakan darah melalui arteri brakialis dan mengubah gerakan menjadi bacaan digital. Para peneliti menemukan bahwa polusi lalu lintas, pemanasan, industri dan listrik tanaman telah meningkatkan tekanan darah arteri sebesar 1,7 mmHg. Sementara untuk polusi jalanan dan materi kerak bumi mengakibatkan peningkatan yang lebih besar lagi.

 

"Mereka yang tinggal di daerah tercemar, sistolik maupun diastolik tekanan darah menjadi lebih tinggi bahkan hal itu diperkuat juga oleh faktor-faktor lain yang mempengaruhi seperti usia, jenis kelamin, merokok, berat badan, dan lain sebagainya. bahkan wanita cenderung mengalami peningkatan lebih besar dibandingkan pria." Kata Dr. Barbara Hoffman, MD, MPH, Kepala Unit Klinik Epidemiology, dan Lingkungan, Universitas Duisburg-Essen, Jerman.

 

Tekanan darah tinggi meningkatkan risiko aterosklerosis, suatu pengerasan arteri, yang mengarah ke penyakit kardiovaskuler seperti serangan jantung dan stroke. "Hasil penelitian kami mungkin dapat menjelaskan mengapa orang-orang yang tinggal di daerah tercemar berada pada risiko yang lebih besar untuk menderita penyakit-penyakit ini." Ujar Hoffman. "Temuan ini menunjukkan bahwa polusi udara tidak hanya mengancam kehidupan namun juga memicu serangan jantung, stroke, dan penyakit jantung kronis. Karena itu perlu upaya yang sungguh-sungguh untuk mengurangi dampak polusi udara. (sciencedaily/ep)

 

Place Your Ads